Mengenal Burung Cabai Gunung Populer

Monday, July 25th 2016. | Informasi

Kicaku burung cabai gunung gacor, Salah satu burung peliharaan yang kurang begitu populer bagi para master kicaku yang berasal dari indonesia adalah Burung Cabai Gunung. burung Cabai Gunung bukan merupakan burung ocehan yang kerap diikutsertakan dalam lomba atau kontes burung, melainkan hanya dijadikan sebagai burung peliharaan saja.burung cabai gunung tersebar di sekitar wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Sunda kecil. Meski hanya dikenal sebagai burung peliharaan saja, namun kualitas kicau burung Cabai Gunung tak kalah bagus dengan jenis burung ocehan lainnya.

burung Cabai Gunung memiliki jenis suara kicau yang cukup variatif. Selain itu, nada ocehannya juga dikenal cukup tinggi. Meski termasuk burung kicau yang tidak pernah diikutsertakan dalam lomba atau kontes burung, namun keunggulan suara kicaunya dapat dimanfaatkan untuk memaster atau melatih suara kicau burung lain. Suara kicaunya yang bervariatif dan tinggi, biasanya digunakan para pemilik untuk memaster atau melatih jenis burung Pleci, Branjangan, dan masih banyak lagi. Untuk menjaga kestabilan suara kicaunya, maka pemeliharaan dan perawatan Cabai Gunung juga harus dilakukan dengan baik dan tepat. Pakan yang dapat diberikan untuk Cabai Gunung biasanya berupa nektar, buah-buahan, kroto, dan juga ulat.

Cabai Gunung sering berada di tempat ketinggian atau dataran tinggi, pegunungan, perbukitan, atau pinggiran hutam yang ketinggiannya mencapai hingga 2400 meter di atas permukaan air laut (mdpl). burung Cabai Gunung gemar beterbangan di antara pepohonan yang menjulang tinggi. Makanan burung Cabai Gunung adalah serangga kecil, buah-buahan kecil. burung Cabai Gunung dikenal masyarakat sebagai jenis burung ocehan yang suka menetap. Artinya, ketika sudah menemukan tempat, Cabai Gunung tidak akan berpindah dari tempat tersebut. Burung ocehan ini hanya akan berpindah tempat jika tempat tersebut sudah mengalami kerusakan atau ancaman dari sekitarnya.

Untuk dapat membedakan Cabai Gunung jantan dan betina dapat dilihat dari ciri-ciri fisiknya, karena keduanya memiliki perbedaan yang cukup menonjol. Burung Cabai Gunung jantan memiliki panjang tubuh sekitar 8 cm. Pada tubuh bagian atasnya terdapat warna biru tua, sedangkan pada bagian perut dan tenggorokannya berwarna kuning tua, dan warna merah menutupi bagian dadanya. Sedangkan Cabai Gunung betina, pada bagian atas tubuhnya berwarna zaitun sedikit buram. Ukuran panjang tubuhnya sama dengan penjantannya. Sedangkan pada bagian bawah tubuhnya berwarna kuning tua, dengan coret abu-abu. Memiliki sayap dan kaki dengan warna hitam keabu-abuan. Cabai gunung jantan dan betina memiliki panjang ekor yang sama, yaitu sekitar 3 cm. Untuk setiap ekor Cabai Gunung dibanderol dengan harga sekitar Rp 70.000 – Rp 150.000,-.